Sistem tungku induksi frekuensi menengah satu-ke-dua: cara kerjanya

Sistem tungku induksi satu-ke-dua memungkinkan satu sistem catu daya frekuensi menengah melayani dua badan tungku melalui sistem pengalihan yang terkendali.
Konfigurasi ini dapat bernilai bagi pengecoran yang membutuhkan operasi peleburan sekaligus penahanan.
Konfigurasi yang umum
Sistem dapat disusun sebagai berikut:
Catu daya → sistem pengalihan → tungku A + tungku B
Tungku A dapat dipakai untuk peleburan sementara tungku B dipakai untuk penahanan atau pengecoran.
Keunggulan utama
Konfigurasi satu-ke-dua dapat memberikan:
- Distribusi daya yang fleksibel
- Pemanfaatan peralatan yang lebih baik
- Kemampuan peleburan dan penahanan
- Pemanasan awal tungku
- Investasi peralatan yang lebih rendah
- Keluwesan operasi darurat
Peleburan dan penahanan
Salah satu susunan yang paling berguna adalah:
Tungku A — peleburan
Tungku B — penahanan / pengecoran
Operator dapat memindahkan daya sesuai proses produksi.
Sistem pengalihan
Sakelar pengalihan adalah bagian penting sistem karena mengendalikan sambungan antara catu daya frekuensi menengah dan tungku yang dipilih.
Sistem listrik yang lengkap harus dirancang untuk tegangan, arus, dan daya yang dibutuhkan.
Mengapa memakai dua tungku?
Memakai dua badan tungku dapat memberikan keluwesan yang lebih besar daripada memakai satu tungku.
Sementara satu tungku dikosongkan atau disiapkan, tungku lain dapat dipakai untuk penahanan atau operasi lain.
Kesimpulan
Sistem tungku induksi frekuensi menengah satu-ke-dua sangat cocok bagi pengecoran yang membutuhkan operasi peleburan dan penahanan yang fleksibel.
Sistem ini harus direkayasa sebagai sistem lengkap yang mencakup catu daya, peralatan pengalihan, dua badan tungku, sistem pendingin, dan sambungan terkait.
Peralatan terkait
- Sistem Satu-ke-Dua Tungku
- Catu Daya Ganda
- Sakelar Pindah Tungku
- Catu Daya Seri KGPS
- Tungku Peleburan Seri GW
- Tungku Penahan Seri GWB
